KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI (SI) DALAM BISNIS


A. Pendahuluan Teknologi informasi,
termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan penting dalam
bisnis.
Teknologi
informasi dapat membantu segala jenis bisnis, meningkatkan efisiensi dan
efektifitas proses bisnis mereka, pengambilan keputusan manajerial, dan
kerjasama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kopentitif mereka
dalam pasar yang cepat sekali berubah. Hal ini berlaku ketika teknologi informasi
digunakan untuk mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk
pelanggan, transaksi e-commerce, atau dalam aktivitas bisnis lainnya. Istilah
TI ( Teknologi Informasi ) atau IT ( Information Technology ) yang populer saat
ini adalah bagian dari mata rantai panjang dari perkembangan istilah dalam
dunia SI ( Sistem Informasi ) atau IS ( Information System ). Istilah TI memang
lebih merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan maupun mengolah
informasi, namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari sebuah sistem
informasi itu sendiri. TI memang secara nota bene lebih mudah dipahami secara
umum sebagai pengolahan informasi yang berbasis pada teknologi komputer yang
tengah terus berkembang pesat. Sebuah Sistem TI atau selanjutnya akan disebut
STI, pada dasarnya dibangun di atas lima tingkatan dalam sebuah piramida STI.
Berurutan dari dasar adalah : konsep dasar, teknologi, aplikasi, pengembangan
dan pengelolaan.
B. Kerangka kerja tersebut dipusatkan kedalam
5 area pengetahuan SI berikut ini.
1. Konsep konsep
dasar : Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk
mengenai berbagai komponen dan peran sistem informasi. Contohnya meliputi
konsep sistem informasi dasar yang berasal dari teori sistem umum, atau konsep
keunggulan kompetitif yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi bisnis
teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.
2. Teknologi
informasi : Konsep - konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu manajemen
teknologi informasi yaitu meliputi hardware, software, jaringan, manajemen
data, dan banyak teknologi berbasis internet.
3. Aplikasi
bisnis : Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan
keunggulan kompetitif bisnis.
4. Proses
pengembangan : Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan,
mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang
bisnis.
5. Tantangan
manajemen : Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi
informasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan, dan global dalam bisnis.
C. Alasan dasar SI pada Bisnis Terdapat 3
alasan mendasar untuk semua aplikasi bisnis dalam teknologi informasi yaitu:
· Dukungan
terhadap proses dan operasi bisnis. : Contoh: Kebanyakan toko retail mengunakan
CBIS untuk membantu mereka mencatat pembelian pelanggan, menelusuri persediaan,
membayar pegawai, membeli barang dagangan baru, serta untuk mengevaluasi trend
penjualan.
· Dukungan
terhadap pengambilan keputusan oleh pegawai dan manajer. Sistem informasi juga
membantu para manajer toko dan praktisi bisnis lainnya untuk membuat keputusan
yang lebih baik. Contohnya keputusan mengenai lini barang dagangan apa yang
perlu ditambah atau dihentikan, atau mengenai jenis investasi apa yang mereka
butuhkan, biasanya di buat setelah sebuah analisis diberikan oleh sistem
informasi berbasis komputer. Hal ini tidak hanya mendukung pengambilan
keputusan para manajer toko, pembeli dan lainnya, tetapi juga membantu mereka
melihat berbagai cara untuk mendapatkan kelebihan dari para peretail lainnya dalam
persaingan untuk mendapatkan pelanggan.
· Dukungan
strategi untuk keunggulan bersaing : Contohnya manajemen toko mungkin membuat
keputusan untuk memasang kios dengan layar sentuh dalam semua toko mereka, yang terhubung dengan situs e-commerce
untuk belanja online. E-commerce adalah pembelian dan penjualan, pemasaran dan
pelayanan produk, jasa, dan informasi atas berbagi jenis jaringan komputer.
Banyak bisnis saat ini menggunakan internet, intranet, ekstranet, dan jaringan
lainnya untuk mendukung setiap langkah proses komersial. Hal ini dapat meliputi
segala sesuatu dari periklanan, penjualan, dan pemberian dukungan untuk
pelanggan, melalui world wide web, hingga keamanan internet, serta mekanisme
pembayaran yang memastikan diselesaikannya proses pengiriman dan pembayaran.
Contohnya sistem e-commerce meliputi situs web internet untuk penjualan online,
akses ekstranet kedatabase persediaan untuk pelanggan besar, dan penggunaan
intranet perusahaan oleh tenaga penjualan untuk mengakses catatan pelanggan dalam
rangka manajemen hubungan pelanggan
D. Trend Sistem Informasi Trend yang
dominan dalam Sistem Informasi
·
Inisiatif
dan penanggung jawab tidak lagi dilakukan hanya oleh CIO (Chief Information
Officer) sendiri, tapi juga oleh Executive Board;
·
Pergeseran
peran IS Department dari sebagai Application delivery menjadi System
integration dan pengembang infrastruktur;
·
Perkembangan
internet dan intranet menghasilkan world wide connectivity dan memungkinkan
adanya common user interface
untuk semua system. Perlunya System Integration
·
Perkembangan
komputerisasi dalam suatu organisasi yang tidak bersamaan dan terpisah-pisah
(scattered);
·
Hambatan
teknologi yang dapat diatasi oleh berbagai alat bantu (tools) yang dapat
dijumpai dengan mudah oleh pemakai. .
E. Jenis-Jenis
Sistem Informasi
1. Sistem
Pendukung Operasi : Sistem informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data
yang dihasilkan oleh, dan digunakan dalam operasi bisnis. Sistem pendukung
operasi semacam ini menghasilkan berbagai produk informasi yang paling dapat
digunakan oleh para manajer. Pemrosesan lebih jauh oleh system informasi
manajemen biasanya dibutuhkan. Peran dari sistem pendukung operasi perusahaan
bisnis adalah untuk secara efisien memproses transaksi bisnis, mengendalikan
proses industrial, mendukung komunikasi dan kerja sama perusahaan, serta
memperbaharui database perusahaan.
·
Sistem
pemrosesan transaksi : Memproses data yang dihasilkan dari transaksi bisnis.
Memperbaharui database operasional, dan menghasilkan dokumen bisnis. Contohnya:
Sistem titik penjualan (point-of-sale - POS) dibanyak toko retail menggunakan
terminal mesin kas untuk secara elektronik menangkap serta memindahkan data
penjualan sepanjang saluran telekomunikasi ke pusat computer regional agar
dapat diproses segera (Real-time) atau diproses setiap malam (Batch).
·
Sistem
Pengendalian proses : Mengawasi dan mengendalikan berbagai proses industrial.
Contohnya, penyulingan minyak menggunakan sensor elektronik yang dihubungkan ke komputer untuk secara terus menerus
mengawasi proses kimia dan membuat penyesuaian instant (real-time) yang
mengendalikan proses penyulingan.
·
Sistem
kerja sama perusahaan : Mendukung komunikasi dan kerja sama tim, kelompok kerja
dan perusahaan. Contohnya, para pekerja ahli dalam sebuah tim proyek dapat
menggunakan email untuk mengirim dan menerima berbagai pesan elektronik, dan
melakukan konferensi video untuk melakukan pertemuan elektronik agar dapat
mengoordinasikan berbagai aktivitasnya.
2. Sistem
Pendukung Manajemen : Ketika aplikasi sistem informasi berfokus pada penyediaan
informasi dan dukungan untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh para
manajer, aplikasi sistem tersebut akan disebut sebagai Sistem Pendukung
Manajemen. Berdasarkan konsep, beberapa jenis utama sistem informasi mendukung berbagai
tanggung jawab pengambilan keputusan:
·
Sistem
Informasi Manajemen : Memberikan informasi dalam bentuk laporan yang telah
ditentukan sebelumnya untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Contohnya,
manajer penjualan dapat menggunakan jaringan komputer dan pencari web untuk
mendapatkan tampilan instant mengenai hasil penjualan produk produk mereka dan
untuk mengakses intranet perusahaan mereka agar bisa mendapatkan laporan
analisis penjualan harian yang mengevaluasi penjualan yang dilakukan oleh setiap
tenaga penjualan.
·
Sistem
Pendukung Keputusan (Decision Support System – DSS) : Memberikan dukungan
interaktif khusus untuk proses pengambilan keputusan para manajer dan praktisi
bisnis lainnya. Contohnya, manajer bagian periklanan dapat menggunakan program
spreadsheet untuk melakukan analisis what-if ketika mereka menguji dampak
berbagai anggaran iklan atas prediksi penjualan produk produk baru.
·
Sistem
Informasi Eksekutif (Executive Information System EIS) : Memberi informasi penting dari
SIM, DSS dan sumber lainnya yang dibentuk sesuai kebutuhan informasi para
eksekutif. Contohnya, para eksekutif puncak dapat menggunakan terminal layar
sentuh untuk secara instant melihat teks serta tampilan grafik yang menekankan
berbagai area utama kinerja organisasi dan persaingan. 3. Kategori lainnya
sistem informasi
·
Sistem
pakar. Sistem berbasis pengetahuan yang menyediakan saran pakar dan bertindak
sebagai konsultan pakar bagi para pemakai. Contoh: Penasihat aplikasi kredit,
pengawasan proses dan sistem pemeliharaan diagnosis.
·
Sistem
manajemen pengetahuan. Sistem berbasis pengetahuan yang mendukung pembuatan,
pengaturan, dan peyebaran pengetahuan bisnis dalam perusahaan. Contoh: akses
intranet ke praktik praktik bisnis
terbaik, strategi proposal penjualan, dan sistem pemecah masalah pelanggan.
·
Sistem
informasi strategis. Mendukung operasi dan proses manajemen yang memberi
perusahaan produk, layanan dan kemampuan strategis sebagai keunggulan
kompetitif. Contoh:perdagangan saham online, penelusuran pengiriman, dan sistem
web e-commerce.
·
Sistem
bisnis fungsional. Mendukung berbagai aplikasi operasional dan manajerial atas
berbagai fungsi bisnis perusahaan. Contoh: sistem informasi yang mendukung
aplikasi akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen operasi, dan manajemen
sumber daya manusia.
F. Tantangan
Manajerial Teknologi Informasi Kesuksesan dalam lingkungan bisnis yang dinamis
saat ini bergantung pada pemaksimalan penggunaan teknologi berbasis internet
dan sistem informasi melalui web, untuk memenuhi permintaan yang berubah dari
para pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis lainnya di pasar global. Tujuan dari
banyak perusahaan saat ini adalah untuk memaksimalkan nilai pelanggan dan
bisnis mereka dengan menggunakan teknologi informasi untuk mendukung para pegawai
mereka dalam mengimplementasikan proses bisnis kooperatif dengan para
pelanggan, pemasok, dan pihak lainnya.
1. Keberhasilan
Dan Kegagalan dengan TI; Keberhasilan sistem informasi tidak seharusnya diukur
hanya melalui efisiensi dalam hal meminimalkan biaya, waktu dan penggunaan
sumber daya informasi. Keberhasilan juga harus diukur dari efektivitas
teknologi informasi dalam mendukung strategis bisnis organisasi, memungkinkan
proses bisnisnya, meningkatkan struktur organisasi dan budaya, serta meningkatkan
nilai pelanggan dan bisnis perusahaan. Beberapa tantangan etika yang harus
dihadapi oleh para manajer bisnis yang mengimplementasikan aplikasi aplikasi
utama teknologi informasi.
2. Peran dan
Fungsi Sistem Informasi Peran Sistem Informasi secara umum , yaitu:
·
Area
fungsional utama dari bisnis yang penting dalam keberhasilan bisnis, seperti
fungsi akuntansi, keuangan, manajemen operasional, pemasaran, dan manajemen
sumber daya manusia.
·
Kontributor
penting dalam efisiensi operasional, produktivitas dan moral pegawai, serta
layanan dan kepuasan pelanggan. î Sumber utama informasi dan dukungan yang
dibutuhkan untuk menyebarluaskan pengambilan keputusan yang efektif oleh para
manajer dan praktisi bisnis.
·
Bahan yang sangat penting dalam
mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif, yang memberikan organisasi
kelebihan strategis dalam pasar global.
·
Peluang
berkarier yang dinamis, memuaskan, sarta menantang bagi jutaan pria dan wanita.
·
Komponen
penting dari sumber daya, infrastruktur, dan kemampuan perusahaan bisnis yang
membentuk jaringan. Fungsi Sistem Informasi, yaitu: Teknologi informasi (TI)
dan sistem informasi (SI) telah menjadi istilah “keren” dan populer saat ini.
Namun, para pemilik usaha yang masih awam terhadap SI mungkin masih belum
mengetahui bagaimana kegunaan SI dalam bisnis mereka. Tentu saja sistem
informasi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah sistem informasi berbasis
komputer. Berikut beberapa fungsi yang bisa dilakukan dengan menggunakan sistem
informasi dalam proses bisnis:
·
Pemrosesan
Transaksi : Sebuah toko atau swalayan menjual ratusan jenis barang (item).
Toko/swalayan tersebut melayani banyak pembeli tiap harinya sehingga jumlah
transaksinya juga banyak. Bayangkan jika pemrosesan transaksi (perhitungan
harga) dilakukan secara manual oleh penjual, tentu saja hal tersebut akan
memakan waktu yang lama dan peluang terjadinya kesalahan juga cukup besar.
Waktu pemrosesan transaksi yang lama dan kesalahan dalam perhitungan harga bisa
membuat pelanggan lari ke pesaing. Contoh Point of Sales : Kebanyakan toko dan
swalayan saat ini telah memiliki mesin kasir untuk memproses transaksi
penjualan. Mesin kasir tersebut umumnya terdiri dari barcode scanner untuk
input barang, keyboard, CPU, monitor (ukurannya biasanya lebih kecil dibanding
monitor komputer pada umumnya), printer untuk mencetak struk, dan juga
perangkat lunak (software) untuk memproses transaksi. Daftar harga setiap
barang telah tersimpan dalam basisdata dan dapat diperbarui (update) secara
real-time. Perangkat lunak dalam mesin kasir telah diprogram untuk menerima
input barcode dari barcode scanner atau kode barang dari keyboard lalu
menentukan harga barang tersebut berdasarkan daftar harga pada basisdata.
Selanjutnya, perangkat lunak tersebut akan mengalikan harga barang tersebut
dengan jumlah pembeliannya dan kemudian akan menghitung total harga penjualan.
Setelah pembeli melakukan pembayaran maka struk penjualan akan dicetak dengan
printer. Sistem yang dideskripsikan tadi dikenal dengan istilah Point of Sales
(POS). Penggunaan POS tentu saja akan mempercepat pemrosesan transaksi dan
meminimalkan peluang terjadinya kesalahan dalam perhitungan harga. Selain
transaksi penjualan, tentu saja masih banyak terdapat jenis transaksi yang
dapat dimudahkan pemrosesannya dengan teknologi informasi seperti transaksi
pembelian, pembayaran hutang, pemberian piutang, î Pengawasan : Masih menggunakan ilustrasi toko/swalayan
di atas, penggunaan POS juga memungkinkan pemilik usaha untuk mengawasi kinerja
pegawainya (terutama kasir). Pemilik usaha dapat mengetahui berapa jumlah uang
dan barang yang seharusnya ada saat ini untuk dicocokkan dengan jumlah
uang/barang sesungguhnya. Hal tersebut dapat dilakukan karena setiap transaksi
yang diproses oleh POS akan tersimpan dalam basisdata. Demikian pula halnya
dengan sistem informasi berbasis komputer selain POS, pengawasan dapat
dilakukan karena setiap transaksi tersimpan dalam basisdata.
·
Pengingat
: Sistem informasi berbasis komputer juga dapat digunakan untuk mengingatkan
Anda terhadap tagihan yang harus dibayar besok atau jumlah piutang yang belum
ditagih. Hal ini dapat dilakukan karena sistem akan menyimpan tagihan hutang
atau piutang dalam basisdata dan akan melakukan pengecekan secara otomatis dan
periodik apakah batas waktu tagihan sudah hampir terlewati atau belum.
Keunggulan dari fungsi pengingat yang dimiliki oleh sistem informasi berbasis
komputer adalah fungsi tersebut dijalankan secara otomatis tanpa pengguna harus
mengecek sendiri.
·
Penggalian
Informasi : Dengan disimpannya setiap transaksi dalam basisdata, maka kita
dapat menggali informasi dari basisdata transaksi tersebut sesuai dengan
kebutuhan kita. Baik laporan detail maupun laporan rekap penjualan harian dapat
dihasilkan dari basisdata tersebut. Beberapa informasi lain yang sering dibutuhkan
oleh pelaku usaha toko/swalayan adalah barang apa saja yang tingkat
perputarannya tinggi, stok barang, jumlah hutang dan piutang, serta masih
banyak lagi informasi menarik yang dapat diperoleh dari basisdata transaksi.
Format laporan juga bisa disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau bahkan
animasi. Informasi-informasi tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan
pengambilan keputusan bisnis. Laporan dapat dihasilkan langsung dari basisdata
transaksi sehingga mencermikan kondisi terkini dari operasional bisnis. Semua
transaksi juga tercatat dalam bentuk softcopy sehingga dapat ditelusuri secara
mudah. Meskipun demikian penerapan sistem informasi berbasis komputer untuk
bisnis bukannya tanpa resiko.
G. Komponen
Sistem Informasi Dalam Bisnis Konsep sistem dapat membantu memahami:
·
Teknologi.
Jaringan komputer adalah sistem dari berbagai komponen pemrosesan informasi
yang menggunakan berbagai jenis hardware, software, manajemen data dan
teknologi jaringan telekomunikasi.
·
Aplikasi.
Aplikasi bisnis dan perdagangan elektronik melibatkan sistem informasi bisnis
yang saling berhubungan satu sama lain.
·
Pengembangan.
Mengembangkan berbagai cara untuk menggunakan teknologi informasi dalam bisnis
meliputi pendesainan komponen-komponen dasar system informasi.
·
Manajemen.
Mengelola teknologi informasi memiliki penekanan pada kualitas, nilai bisnis
yang strategis, dan keamanan sistem informasi organisasi.
H. Sumber Daya
Sistem Informasi Sistem informasi terdiri dari 5 sumber daya dasar, yaitu:
Manusia, Hardware, Software, Data dan Jaringan. Dibawah ini merupakan contoh
Sumber daya sistem informasi dan produknya, meliputi:
·
Sumber
daya manusia
1) Pemakai akhir
merupakan orang orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi yang
dihasilkan sistem tersebut. Mereka berupa pelanggan, tenaga penjualan, teknisi,
staff administrasi, akuntan dan para manajer.
2) Para pakar
merupakan orang orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi.
Mereka meliputi sistem analis, pembuat software, operator sistem.
·
Sumber
daya hardware Dapat digolongkan menjadi: Mesin dan Media.
·
Sumber
daya software Software sistem, seperti program sistem operasi, yang
mengendalikan serta mendukung operasi sistem computer. Software aplikasi, yang
memprogram pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu komputer oleh pemakai
akhir. Contohnya, program analisis penjualan, program pengolahan kata dan
program penggajian. Prosedur, yang mengoperasikan perintah bagi orang orang
yang akan menggunakan sistem informasi. Contohnya, prosedur entri data,
prosedur untuk memperbaiki kesalahan, prosedur pendistribusian cek gaji.
·
Sumber
daya data : Termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian,
database persediaan.
·
Sumber
daya jaringan Media komunikasi, pemroses komunikasi, software untuk akses dan
pengendalian jaringan.
I. Aktivitas sistem informasi
·
Input
sumber daya data : Memindai secara optikal barang barang dengan pengenal yang
menggunakan kode garis.
·
Pemrosesan
data menjadi informasi : Seperti menghitung pembayaran karyawan, pajak dan
potongan gaji lainnya.
·
Output
produk informasi : Menghasilkan laporan dan tampilan mengenai kinerja
penjualan. : Contohnya, seorang manajer penjualan dapat melihat tampilan video
untuk memeriksa kinerja seorang tenaga kerja penjualan, menerima pesan suara
yang dihasilkan komputer melalui telepon, menerima cetakan dari hasil penjualan
bulanan. Penyimpanan sumber daya data
·
Penyimpanan
adalah komponen sistem dasar
sistem informasi. Penyimpanan adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan
informasi disimpan secara teratur untuk digunakan kemudian.
·
Pengendalian
kinerja system : Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian
kinerja sistem. Sistem informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai
aktivitas input, pemrosesan, output, dan penyimpanan. Umpan balik ini harus
diawasi dan dievaluasi untuk menetapkan apakah sistem dapat memenuhi standar
kinerja yang telah ditetapkan. Kemudian, aktivitas system yang tepat harus
disesuaikan agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para pemakai
akhir.
J. Mengenali
sistem informasi Sebagai praktisi bisnis, harus mampu mengenali komponen dasar
sistem informasi. Hal ini berarti harus mampu mengidentifikasi: Sumber daya
manusia, hardware, software, data dan jaringan yang digunakan. Jenis produk
informasi yang dihasilkan Cara melakukan aktivitas input, output, penyimpanan,
dan pengendalian.
K. E-Commerce
E-Commerce termasuk salah satu istilah pada ” perdagangan elektronik’ yang
berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik merupakan
aktivitas perdagangan yang memanfaatkan transaksi komersial, misalnya mengirim
dokumen komersial seperti pesanan pembelian secara elektronik. Kemudian
berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih tepat yaitu
“perdagangan web” (pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web). Pada
awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis
memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru.
Sehingga Antara pada era 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa
mengembangkan situs web perdagangan ini. E-com, atau Electronic Commerce
merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam dunia bisnis dan
per-internet-an. Penggunaann sistem E-commerce, sebenarnya dapat menguntungkan
banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual
(retailer). Misalnya bagi pihak konsumen, menggunakan E-Commerce dapat membuat
waktu berbelanja menjadi singkat. Selain itu, harga barang-barang yang dijual
melalui E-Commerce biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di toko,
karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat
dibandingkan dengan toko konvensional. Di Indonesia, sistem E-commerce ini
kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan
sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang
sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan
e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi
Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan
informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga
telah mendukung proses transaksi secara online. Selain RisTI, tampaknya belum
ada web lain yang menyelenggarakan E-commerce di Indonesia. Padahal, untuk
membuat sistem E-commerce, investasi yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Selain itu,
lingkup pemasaran produknya bisa jauh lebih luas dan biaya penyelenggaraan
serta promosi pada E-commerce juga lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya
pada sitem toko konvensional.
· Penggunaan
media elektronik untuk melakukan perniagaan / perdagangan l Telepon, fax, ATM, handphone, SMS
· Banking:
ATM phone banking, internet banking l Secara khusus l Penggunaan Internet untuk melakukan perniagaan
·
Disukai
karena kenyamanannya
Referensi:
http://Dadang Syafarudin_KONSEP DASAR SISTEM
INFORMASI (SI) DALAm BISNIS.html
www.ystostore.com
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
0 Komentar untuk "KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS"