KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami atas kehadirat Allah SWT atas rahmat
dan hidayahNya yang telah dilimpahkan kepada kami sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Asisten Terpercaya” yang merupakan
suatu tugas mata kuliah Etika Profesi
dengan macam-macam kesulitan diantaranya yaitu masalah pengumpulan materi
dan dan penyusunan makalah.
Dalam makalah ini kami membahas tentang pentingnya asisten terpercaya bagi perusahaan
yang mana kejujuran adalah aspek penting yang harus dimilki asisten
terpercayauntuk mendukung kinerja manager secara khusus dan perusahaan secara
umum dan untuk menyelesaikan masalah seccara optimal.
Dalam menyelesaikan tugas makalah ini kami telah bekerja
semaksimal mungkin untuk menyelesaikan makalah ini sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik dalam waktu yang tepat dan hasilnyapun maksimal.
Kita menyadari bahwa makalah ini jauh jauh dari kesempurnaan
namun telah banyak memberi manfaat bagi kami, dan kami mengharap dengan
terselesaikannya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman teman
sekalian.
|
|
Malang, Maret
2014
Penulis
|
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... 2
DAFTAR ISI...................................................................................................... 3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... 4
1.3 Tujuan........................................................................................................... 4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Etika Asisten Kepercayaan........................................................................... 5
2.2 Berkomunikasi atas Nama Manager.............................................................. 7
2.3 Mengambil
Keeuntungan Dari Posisi Anda.................................................. 9
2.4 Batas-Batas
Asisten Kepercayaan................................................................ 10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................... 12
3.2 Saran............................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Asisten terpercaya adalah suatubagisn penting dalam perusahaan yang mana asisten terpercaya akan
memegang atau mengetahui sebagian besar rahasia atau info-info penting dalam
perusahaan. Asisten terpercaya juga mendapat tanggung jawab yang berat dari
perusahaan atau manajernya yang asisten tersebut harus menjaga rahasia yang
hanya diketahui oleh dirinya dan perusahaan yang menjadi tempat dia bekerja.
asisten terpercaya terkadang juga dipercaya untuk mewakili perusahaan atau
manajernya dalam berkomunikasi dengan rekan bisnis atau dengan pelangan
produknya.
Oleh karena itu asisten
terperecaya harus memiliki rasa tanggung jawab dan kejujuran yang tinggi,
sehinga dia tahu bagaimana berperilaku dan mampu meletakkan dimana yang benar
dan dimana yang salah. Asisten terpercaya juga harus mampuberkomunikasi dengan
mmanajernya dengan baik dan tidak ada perselisihan diantara keduanya.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana etika seorang asisten kepercayaan?
2.
Bagaimana komunikasi antara asisten dengan manager?
3.
Bagaimana menyikapi keuuntungan yang kita dapat sebagai
asisten manager?
4.
Bagaimanakah batas – batas profesi sebagai asisten manager?
1.3
Tujuan
1.
Menjelaskan etika seorang asisten kepercayaan.
2.
Menjelaskan bagaimana komunikasi antara asisten dengan
manager.
3.
Menjelaskan sikap kita apakah boleh mengambil keuntungan dari
profesi kita.
4.
Menjelaskan batas – batas profesi sebagai asisten manager.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Etika
Asisten Kepercayaan
Gelar asisten terpercaya biasa diberikan
kepada seorang sekretaris. Dimana sekretaris bekerja dengan segala kerahasiaan
dokumen dan akun atasannya. Baik akun email dan rekening.
Seorang asisten haruslah memiliki pemahaman
dan keahlian yang cukup baik mengenai bidang pekerjaannya, agar dapat menangani
pekerjaannya dengan baik.
Asisten kepercayaan biasanya diberi fasilitas
khusus untuk menunjang pekerjaannya, misal komputer yang berisi data-data
rahasia perusahaan. Terlepas dari segi pekerjaan, sekretaris juga terkadang
diminta atasannya untuk mengurus urusan personal atasannya, misalnya membayar
kartu kredit, membayar cicilan mobil, dan lain-lain. Oleh sebab itu, sering
terjadi kesalahpahaman antara gelar asisten kepercayaan dan asisten pribadi.
Dengan segala fasilitas yang diberikan kepada
seorang asisten, tentulah diperlukan etika yang baik sebagai seorang asisten.
Berikut beberapa etika yang dimaksud :
a.
Tidak
menyalahgunakan informasi rahasia yang diketahui
Asisten kepercayaan dilarang menjual data
klien atasannya kepada orang lain demi kepentingan sendiri. Asisten kepercayaan
juga dilarang mengutil harta atasannya dengan alasan apapun (berkaitan dengan
rekening pribadi atasannya).
b.
Jangan menyalahgunakan jabatan dengan alasan apapun
Misal anda adalah seorang asisten kepercayaan
seorang direktur, bukan berarti anda bisa memerintah staff administrasi untuk
membuatkan kopi atau memintanya membawakan tas anda. Itu sangat tidak
professional.
c.
Dilarang meggunakan sumber daya perusahaan
untuk urusan pribadi
Misalnya dalam urusan kartu kredit
perusahaan, telepon, atau email.
d.
Jangan menceritakan informasi rahasia kepada
siapa-pun
Meskipun kepada seorang sahabat yang bekerja
dalam satu perusahaan, anda dilarang membocorkan rahasia perusahaan kepada
sahabat anda. Kecuali jika menyangkut teguran kepada sahabat anda. Itu pun anda
harus memberitahukannya dengan bahasa yang baik, agar tidak terjadi
kesalahpahaman yang menjatuhkan nama atasan.
e.
Tidak
menjadi mata-mata rekan, untuk kepentingan pribadi atasan
f.
Dilarang
menerima suap
Beberapa etika yang harus dialankan seorang
asisten kepercayaan, akan membuat hidupnya diliputi perasaan tidak enak,
apalagi kepada orang terdekat. Namun itulah pekerjaannya. Dan seharusnya
orang-orang terdekat dari asisten kepercayaan mengerti.
Loyalitas dan tanggung jawab asisten
kepercayaan kepada atasannya memang sangat besar, namun tetaplah ada batasan
menjadi seorang asisten kepercayaan.
Atasan dari asisten kepercayaan juga dituntut
professional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sangat tidak etis
jika seorang atasan meng-kambing hitam-kan bawahannya atas kesalahan yang
secara pribadi Ia perbuat.
Pada masa lalu seorang asisten
kepercayaan biasa disebut “Sekretaris”, namun pada era informasi saat ini para
sekretaris lebih memegang peranan penting bahkan dapat dibedakan dengan staff
lainnya, oleh karena itu kita biasa menyebutnya dengan “Asisten Kepercayaan”.
Asisten Kepercayaan mempunyai banyak sekali pertimbangan tentang
konflik-konflik kepentingan seperti bekerja dengan pasangan, keluarga,
teman-teman, dan klise lama yaitu berselingkuh dengan manager. Disini kita akan
membahas apa saja etika dari seorang asisten kepercayaan.[1]
2.2 Berkomunikasi atas Nama Manager
Dalam era informasi seperti sekarang
ini , umumnya seorang asisten kepercayaan sering kali menggunakan nama manager
mereka untuk berkomunikasi melalui email atau media elektronik lainnya. Para
manager pada umumnya tidak selalu mempunyai waktu untuk memeriksa semua asisten
kepercayaan mereka dalam berkomunikasi. Hal ini menyebabkan terjadinya
kesalahpahaman yang mungkin berdampah serius. Berikut beberapa kasus yang
terjadi :
a.
Berkomunikasi melalui email untuk manager anda, Sebuah
peran utamakah?
Secara umum ada
ratusan email untuk manager setiap harinya, dan anda dipercaya untuk merespon
email-email tersebut, apa ini etis?
·
Banyak
resiko dalam hal ini jika anda tidak memiliki keahlian dalam berbicara.
·
Menangani
email yang lebih kompleks dan spesifik alangkah baiknya manager anda yang
menangani secara akurat.
·
Salah
satu tugas asisten kepercayaan adalah menanggapi banyaknya email yang
memborbardir kotak masuk para manager mereka.
Penanganan email manager bisa menakutkan bagi para asisten
kepercayaan, terutama ketika dihadapkan dengan manager senior dan besar juga
resiko membuat suatu kesalahan. Selama
asisten mengetahui managernya dengan baik dan tidak memberikan kesalahpahaman,
praktek ini secara etis dapat diterima.
b.
Membuat kesalahan saat berbicara atas nama manager.
Haruskan anda mengaku?
Anda mencoba
merespon secara akurat sebuah email tentang teknologi tinggi yang sedikit anda
ketahui, resiko menanggapi email ini adalah membuat kesalahan–keslahan yang
mencolok, bahkan lebih buruk lagi anda salah menulis nama penerimanya, bagai
mana anda menangani hal seperti ini?
·
Kasus
ini mengharuskan anda mengakui bahwa anda yang menanggapi email manager anda
Jika tidak, manajer anda akan menerima konsekuensinya.
·
Memeriksa
kembali dengan manager untuk mendapat jawaban yang benar dan
memverifikasikannya. Dengan catatan tidak ada yang mengetahui anda dibalik
email tersebut.
·
Meminta
maaf kepada manager anda karena membuat kesalahan.
Hal terbaik yang anda lakukan ketika membuat kesalahan
berkomunikasi untuk manager anda adalah dengan memberitahumanager anda dan membiarkan
manager anda yang memutuskan bagaimana menangani situasi seperti itu.
c.
Daftar email dan pendistribusian informasi. Kapan untuk
mengatakan tidak?
Ketika kita
bertanggung jawab mengirimkan email mengenai informasi yang sensitive untuk
manajemen senior, tetapi karyawan lain di perusahaan menginginkan informasi
tersebut dikirimkan kepada mereka juga. Sedangkan email ini sangat rahasia dan
tidak bias diberikan pada siapapundiluar daftar yang disetujui oleh manager.
Jika seorang eksekutif manager senior yang lebih tinggi dari atasan anda
memintanya dengan segera, apa yang akan anda lakukan?
·
Manager
senior jelas mempunyai wewenang untuk mengesampingkan perintah manager anda.
·
Memberikan
informasi yang diminta dan mengirim kabar segera kepada manager anda untuk
menjelaskan keadaan.
·
Mengikuti
prosedur mengenai siapa saja yang diperbolehkan oleh manager anda dan tidak
memberikan informasi sampai anda mendapat persetujuan secara formal dari
manager anda.
Ini adalah sebuah
contoh keadaan beresiko tinggi, terlepas dari pilihan yang anda buat,anda
melakuanresiko pribadi. Dari tanggapan-tanggapan diatas semua merupakan etika.[2]
2.3
Mengambil
Keeuntungan Dari Posisi Anda
Para asisten terpercaya telah
mendapatkan banyak kekuasaan sejak munculnya teknologi. Mereka memiliki banyak
informasi karena mereka mengakses sebagian besar informasi yang diakses
manajer. Dengan kekuatan ini datang tanggung jawab dan penyalahgunaan.
Para asisten terpercaya dapat
memanfaatkan akses mereka dengan menggunakan nama manajer untuk kepentingan
pribadi atau memanfaatkan nama manajer mereka menjadi kata-kata yang kuat.
Masalah lain para asisten terpercaya adalah ketika mereka mencoba mempengaruhi
bos mereka untuk urusan pribadi atau pekerjaan. Berikut ini adalah contoh
masalah etika yang dihadap karena ego asisten terpercaya yang tinggi.
a.
Mendapatkan keutamaan dalam kelompok, apakah ini berguna
atau melawan anda?
Suatu ketika
dikantin kantor terdapat barisan antrian untuk makan siang, karena anda asisten
seorang CEO, anda mendapatkan barisan depan dari karyawan lain yang sudah
menunggu, tidak ada yang menegor anda karena anda asisten kepercayaan CEO,
apakah etis memotong barisan depan orang lain karena peran anda diperusahaan?
Haruskah para karyawan dan manajemen membolehkan anda memiliki hak istimewa
ini?
·
Hal
ini tidak tepat karena akan banyak orang yang membenci anda nantinya.
·
Mendapat
simpati mungkin hal yang wajar tapi jangan sampai menyalahgunakan kekuasaan
anda
b.
Mempengaruhi manager
Anda tidak menyukai rekan kerja anda,
kemudian anda mempengaruhi manager anda sehingga marah. Secara tidak langsung
anda telah menjatuhkan rekan anda. Apakah perilaku ini etis?
·
Jelas
ini tidak etis karena anda membawa masalah pribadi anda dan memanfaatkan posisi
anda.
·
Hal
ini akan berakibat kehilangan kepercayaan seorang manager kepada anda jika itu
terbukti tidak benar.[3]
2.4 Batas-Batas Asisten Kepercayaan
Asisten Kepercayaan tidak hanya
mendapat akses informasi professional saja tapi sering kali informasi pribadi
menyatu didalamnya. Oleh karena itu muncul berbagai polemik tentang batas-batas
seorang asisten kepercayaan. Pada titik tertentu asisten kepercayaan sering
kali menangani masalah pribadi seorang manager.
a.
Informasi Pribadi Tentang Manager, haruskah anda ikut
campur?
Anda mengetahui
bahwa manager anda berselingkuh dari istrinya. Anda merasa perselingkuhan
adalah amoral jadi ini tindakan di pihaknya bertentangan dengan etika pribadi
Anda. Bagaimana Anda menangani situasi ini? Apakah Anda memberitahu istrinya
atau harus Anda tetap bersifat rahasia?
·
Anda
tidak harus menghancurkan keyakinan Anda sendiri untuk melindungi masalah
pribadi manager anda.
·
Meskipun
manajer Anda telah membawa pilihan pribadinya ke dalam kantor, tidak ada alasan
bagi Anda untuk mencampuri dan secara langsung terlibat.
b.
Jarak Profesional – Apa yang dimaksud dengan keseimbangan
yang baik?
Manajer Anda
berbicara tentang kehidupan pribadinya kepada Anda. Dia tidak pernah bertanya
tentang Anda dan tersinggung jika Anda menyebutkan sesuatu tentang kehidupan
Anda di luar kantor. Apakah secara etis sesuai memiliki hubungan
satu arah pada tingkat pribadi dengan atasan anda?
·
Biasanya
manager hanya melampiaskan sesekali masalah pribadinya ketika stress masalah
pekerjaan.
·
Hal
ini tidak etis namun realitas potensial untuk asisten terpercaya.
c.
Tidak melaksanakan pekerjaan terkait tugas
Anda adalah
asisten terpercaya untuk manager senior di sebuah perusahaan. Dia sering
meminta anda untuk membawakan kopi atau melakukan tugas-tugas dia seperti
mengambil pakaian kotor. Apakah etis untuk seorang asisten kepercayaan untuk
melakukan tugas-tugas pribadi mereka?
·
Ini
tidak etis, Anda perlu mengingatkan manajer Anda bahwa Anda berada di sana
untuk melakukan pekerjaan baginya dalam hubungannya dengan bisnis perusahaan
dan bukan kebutuhan pribadinya.
·
Merekomendasikan
pembantu rumah tangga jika ia membutuhkan bantuan dengan tugas personal.
·
Tergantung
pada bagaimana Anda merasa tentang tugas-tugas dan sifat dari hubungan Anda
dengan manajer.
·
Jika
Anda suka keluar dari kantor dan dapat menangani beberapa tugas pribadi Anda
pada saat yang sama mungkin tidak masalah.
d.
Dengan Menyalahkan – haruskah anda jadi kambing hitam?
Ketika manager
anda membuat kesalahan, dia secara terbuka menyalahkan anda, anda adalah
kambing hitamnya. Apakah etis mengoreksi manager untuk kesalahannya atau sampai
dia menyadarinya?
·
Sebagai
seorang asisten hal ini biasa asalkan tidak merugikan anda.
·
Pada
dasarnya menyalahkan manager memang tidak etis namun apabila mengoreksi dengan
cara yang tepat itu tidak masalah.[4]
BAB
III
PENUTUP
2.5 Kesimpulan
Seorang asisten haruslah memiliki pemahaman
dan keahlian yang cukup baik mengenai bidang pekerjaannya, agar dapat menangani
pekerjaannya dengan baik. Dalam beretika kepada manager ada kode etik tertentu
yang telah disepakati dan sikap jujur adalah modal utama. Asisten manager
mempunyai batas – batas tertentu, harus
profesional yaitu tidak boleh mencampur adukkan antara pribadi dengan kantor.
2.6 Saran
Sebagai seorang asisten yang dipercaya kita
harus menjadi manusia yang jujur, adil, dan profesional dalam menjalankan
tugas. Kita harus menjalankan kode etik yang telah ada di tempat kerja yang
kita tempati.
DAFTAR
PUSTAKA
http://ethicsitworld.blogspot.com/2013/05/etika-asisten-kepercayaan.html (diakses tanggal 24 Maret 2014. Pukul 19.15)
http://lapak-cyber.blogspot.com/2012/12/asisten-kepercayaan.html (diakses tanggal 24 Maret 2014. Pukul 19.30)
http://lapak-cyber.blogspot.com/2012/12/mengambil-keeuntungan-dari-posisi-anda.html(diakses tanggal 24 Maret 2014. Pukul 19.35)
http://lapak-cyber.blogspot.com/2012/12/batas-batas-asisten-kepercayaan.html(diakses tanggal 24 Maret 2014. Pukul 20.00)
[1]
http://ethicsitworld.blogspot.com/2013/05/etika-asisten-kepercayaan.html
[2]
http://lapak-cyber.blogspot.com/2012/12/asisten-kepercayaan.html
[3]
http://lapak-cyber.blogspot.com/2012/12/mengambil-keeuntungan-dari-posisi-anda.html
[4]
http://lapak-cyber.blogspot.com/2012/12/batas-batas-asisten-kepercayaan.html
0 Komentar untuk "MAKALAH ETIKA PROFESI ASISTEN TERPERCAYA"